24 January 2009

BERHARAP PADA OBAMA

Dikirim oleh Orin dalam: Opini .

Ditulis oleh Gusti Orrin Prayudi Wardhana

Suatu hari kepada banyak kenalan saya mengirim sms seputar info Palestina yang berbunyi : ”Menlu AS, Condoleezza Rice, menandatangani perjanjian dengan Menlu Israel, Livni, untuk mencegah pengiriman senjata ke Gaza (al Jazeera, 16/1/09). KOMENTAR : (1) Maha Benar Allah yang mengingatkan kita bahwa Yahudi-Nashrani satu sama lain adalah teman setia. Siapa saja orang Islam yang menjadikan mereka sebagai teman, dia adalah bagian dari mereka (QS. Al Maidah :51); (2) Bukti bahwa Israel sudah kalah dan tidak bisa mengalahkan mujahidin di Gaza; (3) Bukti bahwa semua kebrutalan Israel didukung penuh dan merupakan bagian dari kebiadaban politik luar negeri AS.”

Di antara sekian banyak orang yang saya kirimi sms itu adalah seseorang yang mengaku bernama Al Zastrouw. Jangankan mengenalnya, saya bahkan tidak tahu siapa dia. Yang saya salut, dia selalu membalas sms yang saya kirim terlepas dia dia setuju atau tidak dengan isi sms saya. Saya memang tidak terlalu peduli dengan itu. Bagi saya, yang terpenting adalah kirim sms ini sebanyak-banyaknya. Responnya bisa kita diskusikan nanti pada saat ‘kopi darat’.

Berkenaan dengan sms di atas, Al Zastrouw membalas : “Sebegitu biadabkah politik luar negeri AS ? Tunggu jawabnya setelah BARACK OBAMA dilantik. Dunia juga menanti, kalau GEORGE W. BUSH sudah terbukti kejam.”

Saya pun kembali membalas : ”Apakah bukan biadab namanya memborbardir Afghanistan, Irak, dan selalu mendukung Israel dalam membantai Palestina ? Jangan terlalu berharap pada Obama seorang karena AS adalah negara ideologis yang memiliki seperangkat sistem dan tidak tergantung pada sosok figur.”

Harapan Al Zastrouw kepada Obama memang mewakiliki harapan banyak orang. Sosok muda dan cerdas yang begitu melejit. Di saat dunia banyak menderita di bawah komando AS yang dipimpin George W Bush, menjadi wajar kalau membuncah harapan baru akan adanya perubahan di bawah Obama.

Hanya saja, kita perlu berfikir jernih, lebih membuka mata dan telinga. AS adalah negara ideologis yang memiliki seperangkat sistem dan visi-misi ideologis. Inilah yang menyebabkan siapa pun Presidennya pasti akan menyesuaikan diri dengan visi-misi ideologis tersebut bukan membawa visi-misi pribadi. Apa yang disampaikan oleh para Capres dalam kampanye tak lain hanyalah sekedar teknis dalam menjalankan visi-misi ideologis. Dengan kata lain, tak ada yang banyak berubah kecuali sekedar teknis pencapaian visi-misi. So, berharap kepada Obama seorang adalah harapan yang salah kaprah.

Belum percaya ? Coba kita ingat kembali pidato-pidato Obama seputar kebijakannya di dunia Islam. Dalam 2 tahun terakhir, Obama mengambil posisi untuk mendukung pemerintahan Israel garis keras dan membuat pernyataan yang sesungguhnya tidak berbeda dengan Bush. Obama juga menyatakan bahwa ia akan tetap memberikan dukungan penuh terhadap hubungan AS-Israel. Ia juga akan terus mendukung kebijakan AS untuk mencapai solusi pembentukan 2 negara dengan Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Di Irak, sekalipun Obama mendukung penarikan mundur pasukan AS secara bertahap dalam tempo 16 bulan sejak ia memulai jabatannya, tetapi dia menentang penarikan secara total. Obama juga menekankan bahwa pasukan AS harus tetap ada di Kuwait atau di Irak itu sendiri.

Obama secara gamblang dan berulang mengatakan akan meningkatkan keterlibatan AS di Afghanistan, menambah jumlah pasukan, memperluas daerah operasi militer, dan melancarkan serangan lintas batas secara sistematis.

Obama telah mengumumkan bahwa pemerintahannya akan memperluas ’Perang Melawan Teror’ secara sistematis, mempergencar serangan darat dan udara secara besar-besaran di Pakistan serta mentargetkan setiap desa dan kota yang diduga melindungi simpatisan perlawanan Afghan.

Harapan ini muncul karena kita terbiasa dengan sistem politik di Indonesia yang lebih bergantung pada sosok figur bukan pada sistem atau ideologinya.

Di AS saja, publik AS meyakini Obama tidak cukup mampu mengatasi kondisi ekonomi negara. Sebuah polling yang dilakukan CNN Opinion Research Corporation yang dirilis Senin (10/11/200) menyatakan hanya 16 % yang yakin kondisi akan lebih baik setelah Obama dilantik. Ini merupakan tingkat kepercayaan terendah sepanjang sejarah. Yang meyakini kondisi akan parah sebanyak 83 %. Ini juga tingkatan terburuk sepanjang sejarah Presiden AS.

Jika demikian keadaannya, masihkah kita harus berharap pada Obama ?



Leave a Reply

Patut Dibaca

Kunjungan ke Website ini akan lebih optimal bila menggunakan browser Mozilla Firefox

Bila Anda belum memiliki bisa mendownload di sini
  • Jadwal Shalat

    Banjarbaru, 16 Mei 2012
    25 Jumadil Akhir 1433 H

     ≡ Subuh   :  04:58:54
     ≡ Syuruk  :  06:17:59
     ≡ Dzuhur  :  12:16:44
     ≡ Ashar   :  15:39:45
     ≡ Maghrib :  18:15:29
     ≡ Isya    :  19:26:05
    Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu... (QS 2:45)
  • Kategori

    Posting Terakhir

    Arsip

    Kalender Posting

    January 2009
    M T W T F S S
    « Dec    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  

    Komentar Terakhir

    Terbanyak dibaca

    Pengunjung Online